SOLOPOS.COM - Gunung Semeru saat erupsi dengan letusan setinggi 600 meter di atas puncak pada Rabu (19/6/2024) pukul 05.55 WIB. ANTARA/HO-PVMBG.

Solopos.com, LUMAJANG — Di media sosial, beredar kabar terkait informasi dibukanya kembali jalur pendakian Gunung Semeru yang akan dilakukan dalam waktu dekat. Informasi tersebut tidak benar.

Narasi tersebut berkembang setelah sejumlah akun media sosial menyampaikan aktivitas buka jalur dan bersih jalur pendakian Gunung Semeru, yang berlangsung pada 7-9 Juni 2024.

Promosi Pegadaian Resmikan Masjid Al Hikmah Pekanbaru Wujud Kepedulian Tempat Ibadah

Kegiatan dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia bersama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, TNI, POLRI, MAPALA, OPA, dan komunitas pencinta alam.

Salah satu akun yang mengunggah informasi itu adalah @jejakpendaki yang juga meminta pengikutnya untuk tidak bertanya kapan jalur pendakian Gunung Semeru dibuka. “Tahap awal, jangan tanya kapan BUKA,” tulis akun tersebut, Jumat (14/6/2024).

Kendati begitu, spekulasi mengenai jalur pendakian Gunung Semeru telah dibuka kembali beredar luas.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh JEJAK PENDAKI INDONESIA (@jejakpendaki)

Pada Rabu (19/6/2024), Gunung mengalami erupsi dengan tinggi letusan teramati 600 meter di atas puncak atau 4.276 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada Rabu, 19 Juni 2024 pada pukul 05.55 WIB,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam keterangan tertulisnya, Rabu, dilansir Antara.

Menurutnya, kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya, dan saat laporan tersebut dibuat, erupsi masih berlangsung.

Berdasarkan data petugas pos pengamatan, Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 Mdpl itu pada Rabu pagi sudah lima kali erupsi sejak pukul 00.00 WIB hingga pukul 06.00 WIB.

Erupsi pertama terjadi pukul 00.18 WIB, kemudian 00.28 WIB, dan erupsi ketiga terjadi pada pukul 00.36 WIB. Ketiga erupsi tersebut secara visual tidak dapat teramati karena tertutup kabut.

Erupsi keempat terjadi pada pukul pukul 05:29 WIB dengan melontarkan abu vulkanik setinggi 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl, dan kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah barat daya.

Selanjutnya erupsi kelima terjadi pukul 05.55 WIB dengan tinggi letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa itu teramati sekitar 600 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloko.

Pengamatan kegempaan Gunung Semeru pada Rabu pukul 00.00-06.00 WIB tercatat 49 kali gempa letusan/erupsi, tiga kali gempa guguran, satu kali gempa embusan, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Ramai Pendakian Dibuka, Pagi Tadi Gunung Semeru Erupsi 600 Meter di Puncak
Tangkapan layar situs booking pendakian Gunung Semeru, Rabu (19/6/2024). (Istimewa)

Masih Berstatus Siaga Level III

Dalam situs resmi bookingsemeru.bromotenggersemeru.org, jalur pendakian Gunung Semeru hingga akhir Juni belum dibuka mengingat statusnya yang masih Siaga Level III. Sehingga kabar yang menyebut bahwa jalur pendakian Gunung Semeru akan kembali dibuka dalam waktu dekat adalah kurang tepat atau tidak benar.

Sehingga, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) pada sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Warga juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya